PENERAPAN PENDEKATAN REALISTIC ISLAMIC EDUCATION UNTUK MENINGKATKAN KONSEP DIRI  GENERASI MILENIAL (SELF CONCEPT) TERHADAP  GAME ONLINE

PENERAPAN PENDEKATAN REALISTIC ISLAMIC EDUCATION UNTUK MENINGKATKAN KONSEP DIRI  GENERASI MILENIAL (SELF CONCEPT) TERHADAP  GAME ONLINE

Game online merupakan kegemaran banyak masyarakat dalam mengisi waktu luang dari setiap kesibukan yang sedang dilakukan dalam setiap hari khususnya remaja. Penjelasan Yuswohady dalam artikel milennial trends, menyatakan bahwa generasi milenial (millennial generation) adalah generasi yang lahir dalam rentang waktu awal tahun 1980 sampai tahun 2000. Generasi ini sering disebut juga sebagai Gen-Y, Net Generation, Generation WE, Boomerang Generation, Peter Pan Generation, serta istilah yang lainnya. Di istilahkan seperti tersebut disebabkan merekalah generasi yang hidup dipergantian milenium. Dengan bersamaan era ini telah membawa teknologi digital untuk ke segala sendi kehidupan. (Yuswohady, 2016)

Menurut pemaparan dari artikel Pew Research Center, dapat difahami bahwa terdapat beberapa kategori dari generasi seperti pemaparan tersebut yaitu : 1). Lebih dominan percaya user generated content (UGC) dibandingkan informasi searah, 2). Lebih dominan pada hanpond dibanding TV, 3). Memilih wajib punya media sosial, 4). Kurang suka membaca secara konvensional, 5). Lebih cenderung tidak loyal namun bekerja efektif, 6). Cenderung melakukan transaksi secara cashless, 7). Lebih tahu teknologi dibanding kedua orang tua mereka, 8). Lebih  memanfaatkan teknologi dan informasi, 9). Era seperti ini lebih cenderung lebih malas dan konsumtif, dan lain-lain. (Pew Research Center, 2010) Diantaranya adalah maraknya generasi tersebut dalam mengisi waktu kesibukanya  dengan permainan digital. Game online adalah permainan digital yang hanya bisa dimainkan ketika perangkat terhubung dengan jaringan internet memungkinkan penggunanya untuk dapat berhubungan dengan pemain-pemain lain yang mengakses game tersebut di waktu yang sama. (Syahrul Perdana Kusumawardani, 2015)

Pande dan Marheni menjelaskan bahwa permainan game online cenderung membuat pemainnya bersedia untuk berlama-lama di depan gadget sehingga mengesampingkan segala aktivitas seperti belajar, makan, tidur, dan berinteraksi dengan lingkungan luar. Seseorang yang bermain permainan seperti ini semakin lama akan semakin sedikit menggunakan waktu untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain di lingkungannya. Seseorang bermain handpond umumnya dilakukan sendirian, dan hal itu dilakukan dalam waktu yang cukup lama sehingga memungkinkan menjadi kecanduan. (Pande dan Marheni, 2015) Permainan game online bukan hanya menjarah pada kaum anak-anak saja melainkan juga remaja hingga dewasa. Permainan online yang banyak digemari adalah permainan yang menarik emosi pemainya seperti mobile legend. Permainan seperti ini telah memberikan kesenangan yang sifatnya sementara bagi generasi milenial. Bahkan di era tersebut, teknologi sudah maju sesuai dengan perkembangan zaman, yang kemudian sulit untuk dihindari.

Analisis dampak negatif game online tersebut serta mobile game, terlepas daripada dampak positif sebuah permainan, karena kebanyakan penggunanya adalah anak-anak yang masih belum tahu akan prosedur, manfa’at, serta tujuan permainan online itu sendiri. Berbeda dengan kalangan dewasa, mereka sudah tahu dan berpengalaman juga dapat memposisikan permainan online sesuai kebutuhan. Sebagaimana hasil penelitian di Amerika Serikat, New York menjelaskan bahwa jika permainan yang dilakukan dengan durasi 20 menit sebelum belajar maka dapat meningkatkan konsentrasi dalam belajar.

Dengan demikian maka dirasa perlu adanya pendekatan realistic islamic education untuk para gamer generasi milenial tanpa terkecuali. Realistic islamic education merupakan pendidikan sebagi alternatif utama dalam menjalani roda kehidupan dengan basis syari’ah yang berlandaskan pada al-Qur’an, al-Hadist, Ijma’, dan Qiyas. Pentingnya pendekatan realistic islamic education adalah guna meningkatkan konsep diri generasi milenial dalam banyak hal seperti menyikapi game online. Problem generasi ini sebagian besar menyangkut tentang kebaikan atau dampak positif dirinya. Sementara diri (self) harus terbentuk dengan adanya konsep diri (self concept). Petunjuk problem diri pribadi maupun diri dengan lingkungannya menunjukkan bahwa banyak remaja memiliki konsep diri yang kurang (rendah) atau belum memahami bagaimana konsep dirinya sendiri.

Subtansi realistic islamic education untuk generasi milenial adalah dengan me-manajement (menata waktu) untuk hal yang lebih bermanfa’at. Apabila difahami akan pentingya manajemen (menata waktu), maka tentu kita akan berbuat untuk dunia ini seakan-akan akan hidup abadi, dan berbuat untuk akhirat seakan-akan akan mati besok hari, dan sudah tentu, doa ini akan menjadi semboyan dalam hidup kita: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan perliharalah kami dari siksa neraka.” (al-Qur’an, Surat Al-Baqarah /2, ayat : 201). Bahkan Allah SWT telah bersumpah dengan menggunakan waktu untuk menegaskan pentingnya waktu dan keagungan nilainya, seperti yang tersurat dan tersirat dalam al-Qur’an, Surat al-Lail /92, ayat : 1-2, Al-Fajr /89, ayat : 1-2, al-Dhuha /93, ayat : 1-2, dan surat al-‘Ashr /103, ayat : 1-2. (Departemen Agama RI, 2005)

Hukum asal daripada permainan adalah mubah atau diperbolehkan dengan catatan tidak sampai menggugurkan perkara wajib seperti shalat, mencari nafkah, dan lain sebagainya. Serta tak kalah pentingnya adalah menghindari adanya perjudian dalam sebuah permainan seperti game online dengan pertukaran berbentuk apapun baik berupa uang atau selainnya. Berdasarkan semua pemaparan tersebut, maka alangkah harus diperhatikan bahwa realistic islamic education (pengamalan pendidikan keislaman) merupakan pendidikan utama bagi generasi milenial bukan hanya sebagai tambahan wawasan pengetahuan saja melainkan juga aktualisasi dalam kehidupan sehari-hari. hal tersebut adalah dengan meninjau dampak negatif yang juga menjarah pada semua kalangan muali dari anak-anak, remaja, hingga dewasa. Pentingnya pendekatan realistic islamic education adalah guna meningkatkan konsep diri generasi milenial dalam banyak hal seperti menyikapi game online

Tinggalkan Balasan